Home / Berita / Pameran industri Hannover Messe 2020 ditunda Juli mendatang

Pameran industri Hannover Messe 2020 ditunda Juli mendatang

Kita ingin Hannover Messe bisa mencapai target yang maksimal, baik dari keikutsertaan eksibitor maupun jumlah pengunjungnya

Berlin (ANTARA) – Penyelenggara Hannover Messe 2020, Deutsche Messe AG (DMAG) , memutuskan untuk menunda ajang pameran industri dan teknologi bertaraf internasional di Berlin, Jerman tersebut dari semula pada 20 – 24 April menjadi 13 – 17 Juli 2020, sehubungan wabah virus corona atau Covid-19.

Penundaan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi Indonesia sebagai negara mitra (partners country) untuk lebih mematangkan lagi dalam persiapan, ujar Direktur Kerja Sama Internasional Deutsche Messe AG, Marco Siebert kepada Antara di Berlin, Kamis.

Siebert menyampaikan secara resmi kepada KBRI Berlin tentang penjadwalan ulang penyelenggaraan Hannover Messe 2020, sekaligus membahas hal-hal yang perlu dimatangkan terkait perubahan jadwal tersebut.

“Kami secara proaktif mengambil langkah ini atas dasar berbagai pertimbangan. Maraknya isu Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir ini merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan. Kita ingin Hannover Messe bisa mencapai target yang maksimal, baik dari keikutsertaan eksibitor maupun jumlah pengunjungnya,” ujar  Siebert.

Baca juga: KBRI Paris dukung Paviliun Indonesia di pameran Hannover Messe

Dalam pertemuan dengan Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno yang didampingi Wakil Duta Besar RI untuk Berlin, Yul Edison, Siebert datang bersama  Direktur Protokol DMAG, Michael Rose.

Siebert mengatakan pada saat membahas perubahan jadwal bersama pihak terkait, termasuk dengan para eksibitor, ada tiga opsi yang muncul. Opsi pertama, Hannover Messe tetap berlangsung pada tanggal 20 – 24 April dengan konsekwensi tidak banyak pengunjung yang datang. Opsi kedua, perlu dilakukan penjadwalan ulang penyelenggaraan dan ketiga, pembatalan penyelenggaraan pameran.

Opsi pertama dinilai terlalu berisiko. Banyak eksibitor Hannover Messe 2020 yang justru berasal dari negara-negara yang tercatat memiliki kasus Covid-19 cukup tinggi. Beberapa langkah pengamanan kesehatan perlu dipersiapkan, yang diperkirakan akan sulit untuk tercapai menjelang April mendatang, ujarnya.

Sementara untuk opsi ketiga, yakni pembatalan Hannover Messe 2020 tidak direkomendasikan semua pihak, baik DMAG, eksibitor, maupun Pemerintah Jerman, seperti halnya pada pameran pariwisata terbesar di dunia ITB Berlin yang sedianya diadakan dari tanggal 4 hingga 8 Maret terpaksa batal karena virus corona.

Baca juga: Kemenperin: Hannover Messe 2020 peluang Indonesia menarik investasi

Para eksibitor maupun pelaku bisnis tetap ingin agar pameran Hannover Messe 2020 tetap berlangsung. “Di sisi lain, Pemerintah Jerman juga memandang dukungan besar Indonesia termasuk komitmen Presiden RI untuk hadir pada Hannover Messe memiliki nilai politik yang tinggi sehingga penting untuk tetap diwujudkan,“ ujar Siebert.

Oleh karena itu, sebagai jalan tengah telah disetujui dan diputuskan secara bersama untuk menjadwal ulang penyelenggaraan Hannover Messe 2020 menjadi tanggal 13 – 17 Juli 2020. Tanggal ini dinilai sebagai waktu yang paling ideal, mengingat opsi lain untuk menyelenggarakan di bulan September 2020 dinilai terlalu lama.

Dikatakannya, yang berubah hanya masalah jadwal, sedangkan seluruh program dan rencana kegiatan serta targetnya tetap sama. “Kita hanya copy-paste apa yang tadinya kita jadwalkan di bulan April ke bulan Juli,” jelas Siebert.

Baca juga: RI siap kolaborasi investasi hingga teknologi di Hannover Messe 2020

Sementara itu, Dubes Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno menyampaikan secara informal KBRI Berlin menerima informasi tentang perubahan tanggal pelaksanaan. “Kita langsung bergerak cepat. Kita sudah infokan ke Jakarta tentang perubahan jadwal ini bahkan kita langsung melakukan reservasi ulang untuk hotel bagi rombongan Presiden RI,” ujar Arif Havas.

Menurut dia, penjadwalkan ulang Hannover Messe 2020 justru dapat dimanfaatkan untuk lebih mematangkan berbagai persiapan. Indonesia memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengoptimalkan capaian dari keikutsertaan Indonesia sebagai negara mitra Hannover Messe 2020.

“Kita punya waktu untuk menyelesaikan rencana kerja sama pelatihan vokasi, memaksimalkan peran startup maupun memperluas sektor industri Indonesia yang akan ditampilkan di Hannover Messe 2020,” ujarnya.

Direncanakan Siebert dan Rose didampingi Wakil Duta Besar RI untuk Berlin, Yul Edison akan berkunjung ke Jakara pada pertengahan Maret mendatang. Kunjungan ke Jakarta dimaksudkan untuk melakukan pertemuan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, para eksibitor Indonesia serta pelaku startup Indonesia serta berbagai pihak lainnya untuk mematangkan persiapan Hannover Messe bulan Juli mendatang.

Baca juga: Kemenperin bakal boyong 170 industri ke Hannover Messe 2020

Baca juga: CEO Deutche Messe AG : Indonesia Mitra Strategis Hannover Messe 2020

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber : AntaraNews.com