Home / Berita / Nilai Tukar Petani Agustus 2019 naik 0,58 persen

Nilai Tukar Petani Agustus 2019 naik 0,58 persen

Kenaikan NTP Agustus 2019 dipengaruhi oleh naiknya NTP di empat subsektor pertanian

Jakarta (ANTARA) – Badan Pusat Statistik mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Agustus 2019 naik 0,58 persen menjadi 103,22 berdasarkan hasil pantauan harga-harga perdesaan di 33 provinsi Indonesia.

Kenaikan NTP pada Agustus 2019 disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan pada indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga untuk keperluan pertanian.

“Kenaikan NTP Agustus 2019 dipengaruhi oleh naiknya NTP di empat subsektor pertanian, yaitu NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 1,11 persen, Subsektor Hortikultura sebesar 0,30 persen, Subsektor Peternakan sebesar 0,97 persen, dan Subsektor Perikanan sebesar 0,60 persen,” kata Kepala BPS Suhariyanto kepada pers di Jakarta, Senin.

Sementara itu, NTP di satu subsektor pertanian lainnya mengalami penurunan, yaitu NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,43 persen.

Pada Agustus 2019, NTP provinsi Banten mengalami kenaikan tertinggi (1,29 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.

Sebaliknya, NTP Provinsi Jambi mengalami penurunan terbesar (1,53 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Kecuk, sapaan akrabnya, memaparkan bahwa pada Agustus 2019 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,09 persen, dengan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran sandang.

“Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Agustus 2019 sebesar 113,29 atau naik sebesar 0,54 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya,” ujarnya.

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (lb).

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan.

Selain itu, NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

Baca juga: BPS: Nilai tukar petani Juli 2019 naik

Baca juga: Nilai Tukar Petani Mei 2019 naik 0,38 persen

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber : AntaraNews.com