Home / Berita / Kemendag fasilitasi UKM tampil pada TEI 2016

Kemendag fasilitasi UKM tampil pada TEI 2016


Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk mengikuti pameran ekspor terbesar Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 setelah sebelumnya memberikan pendampingan bagi usaha tersebut untuk pengembangan produk.

Dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu, Kemendag memberikan dua program pendampingan untuk UKM yang akan didorong untuk menembus pasar ekspor. Program tersebut adalah Fasilitasi Pendampingan Desain atau Designer Dispatch Service (DDS) dan Program Rebranding untuk pengembangan merek.

Peserta DDS yang juga diikutsertakan pada program rebranding akan menampilkan hasil karya mereka yang telah mendapatkan pendampingan dari para pakar di bidang desain dan merek. Namun demikian, peserta rebranding tidak hanya terbatas bagi para pelaku usaha yang mengikuti program DDS.

Hasil dari pelaksanaan kedua program tersebut akan ditampilkan pada pameran Trade Expo Indonesia ke-31 pada 12-16 Oktober 2016, di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Melalui program-program pendampingan tersebut, diharapkan produk-produk Indonesia akan semakin menarik minat ribuan pengunjung dan buyer TEI.

Tercatat, sejak 2011, lebih dari 300 pelaku usaha dari berbagai daerah berpartisipasi dalam program rebranding yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan. Program tersebut menjadi salah satu fasilitas untuk pelaku usaha dalam upaya meningkatkan ekspor.

“Kemendag memfasilitasi para pelaku usaha berorientasi ekspor agar mereka mampu menciptakan brand identity yang kuat di tengah gempuran produk-produk negara lain pada perdagangan internasional,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda.

Menurut Arlinda, merek merupakan identitas suatu produk, dan dengan merek yang kreatif dan inovatif akan memperoleh posisi yang bagus dan memperkuat perhatian dari para konsumen, selain mengandalkan kualitas dan desain yang bagus.

Pada 2016, kegiatan rebranding dilaksanakan di Sumatera Utara, Kepulauan Riau (Batam), Banten, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. Selanjutnya, akan diseleksi 50 pelaku usaha kategori International Corporate and Small Business (ICSB), berdasarkan kriteria innovation and creativity, customer discovery, funding, utilizing information technology, dan business model innovation.

Kemendag bekerja sama dengan pakar rebranding. Para pelaku usaha diundang pada seminar mengenai pentingnya rebranding. Para pelaku usaha juga belajar mendalami brand positioning dan brand personality masing-masing.

Keduanya merupakan faktor penting dalam membangun brand identity. Brand identity diwujudkan melalui nama merek, logo, dan warna kemasan yang menarik untuk membedakannya dengan produk lain yang serupa agar mudah dikenali dan diingat konsumen.

“Keluaran program rebranding adalah buku rekomendasi untuk setiap pelaku usaha yang diharapkan dapat memahami brand positioning produknya di pasaran, menciptakan merek baru yang mendukung usaha peningkatan daya saing produk, serta mampu mengkomunikasikan merek tersebut secara konsisten kepada konsumen potensial,” jelas Arlinda.

Kemendag menargetkan transaksi perdagangan barang dalam pameran Trade Expo Indonesia mencapai 800 juta dolar Amerika Serikat, di luar transaksi jasa.

Pada 2015, total transaksi dari barang dan jasa pada TEI mencapai 909 juta dolar AS. Tahun ini dipatok 800 juta dolar AS untuk barang saja, sementara Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) akan memberikan target transaksi yang akan dicapai.

Sementara untuk bidang investasi, Arlinda menjelaskan, akan ditetapkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dalam pameran tersebut, ditargetkan bisa menarik kurang lebih sebanyak 14.700 pembeli potensial asal dalam dan luar negeri.

Tercatat total calon pembeli potensial asal luar negeri yang sudah melakukan registrasi untuk hadir pada TEI 2016 kurang lebih sebanyak 4.000 pembeli potensial. Menurut Arlinda, pada tahun ini pihaknya juga mengundang gubernur-gubernur yang ada di berbagai daerah untuk melihat potensi yang ada.

Jumlah calon pembeli potensial terbanyak berasal dari Nigeria mencapai 433 orang, diikuti Arab Saudi sebanyak 93 orang, india 83 orang, Indonesia 55 orang, Lebanon 49 orang, Kuwait 28 orang, Pakistan 19 orang, Amerika Serikat 18 orang dan Argentina sebanyak 18 orang.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2016


Sumber : AntaraNews.com