Home / Berita / Indonesia targetkan peningkatan perdagangan dengan Selandia Baru

Indonesia targetkan peningkatan perdagangan dengan Selandia Baru


Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah menargetkan peningkatan transaksi perdagangan sebesar dua miliar dolar Amerika Serikat (AS) dengan Selandia Baru pada 2024 mendatang.

“Pada tahun 2024, kami ingin meningkatkan hubungan perdagangan dari kira-kira satu miliar dolar AS menjadi tiga miliar dolar AS,” kata Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, seusai menghadiri New Zealand-Indonesia Business Forum, di Jakarta, Senin.

Thomas mengatakan, beberapa produk yang nantinya akan didorong untuk dapat meningkatkan nilai perdagangan antar kedua negara antara lain adalah produk agrikultur dan bahan baku pakan ternak.

Sementara Selandia Baru akan memasok susu dan produk susu.

Menurut Thomas, selain produk-produk tersebut nantinya juga diharapkan ada peningkatan produk lain seperti di sektor pendidikan, perdagangan secara elektronik (e-commerce), pariwisata dan juga sektor jasa.

“Kita juga mau melihat untuk sektor yang ada di abad ke-21, seperti pendidikan, e-commerce dan tentunya pariwisata serta jasa,” kata Thomas.

Thomas menambahkan, saat ini Indonesia tengah fokus untuk untuk menjalin kerja sama dengan Australia yang diharapkan juga mampu mendorong peningkatan perdagangan dengan Selandia Baru.

Indonesia juga fokus menyelesaikan beberapa kerja sama multilateral.

“Perdagangan Indonesia dan Selandia Baru akan terkena imbas positif dari perjanjian perdagangan Indonesia-Australia. Sementara ini kami masih fokus untuk kerja sama dalam forum-forum seperti WTO dan RCEP, atau multilateral,” kata Thomas.

Total nilai perdagangan Indonesia dengan Selandia baru pada 2014 tercatat sebesar 1,31 miliar dolar AS, di mana Indonesia mengalami defisit senilai 354,61 juta dolar AS dengan total ekspor sebesar 481,4 juta dolar AS dan impor 836,03 juta dolar AS.

Sementara pada 2015, total perdagangan kedua negara mengalami penurunan menjadi 1,07 miliar dolar AS, dan defisit mencapai 200,8 juta dolar AS dengan kinerja ekspor yang juga menurun menjadi 436,25 juta dolar AS dan impor sebesar 637,0 juta dolar AS.

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2016


Sumber : AntaraNews.com