Home / Berita / Enam komodo yang gagal diselundupkan sudah berada di Riung

Enam komodo yang gagal diselundupkan sudah berada di Riung


Enam komodonya sudah tiba pada Minggu (14/7), setelah  tiba di Labuan Bajo pada Sabtu (13/7).

Kupang (ANTARA) – Enam komodo (Veranus Komodoensis) yang hendak diselundupkan lalu digagalkan  oleh Polda Jawa Timur, sudah berada di Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

“Enam komodonya sudah tiba pada Minggu (14/7), setelah  tiba di Labuan Bajo pada Sabtu (13/7),” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT Timbul Batubara saat dihubungi dari Kupang, Senin.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan perkembangan kelanjutan pengiriman enam komodo yang merupakan hasil pengungkapan kasus perdagangan satwa ilegal di Provinsi Jawa Timur.

Timbul mengaku bahwa saat ini sedang berada di Riung, setelah  pada Sabtu (13/7) menjemput komodo tersebut di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Timbul mengatakan saat tiba di Riung pada Minggu (14/7) , langsng disambut dengan tarian dan upacara adat.

“Kemarin tiba, langsung disambut dengan tarian dan upacara adat, dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngada, Sekda Ngada Theodosius Yosefus Nono, dan Camat Riung Alfian, serta masyarakat setempat,” tutur dia.

Baca juga: BKSDA kirim 6 ekor komodo ke Pulau Ontoloe

Timbul menambahkan bahwa saat tiba di Riung, enam komodo itu langsung diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan setempat untuk memastikan kondisi hewan purba itu sehat.

Usai diperiksa, enam  hewan itu langsung dilepas terlebih dahulu di lokasi penangkaran sebelum dilepasliarkan di alam bebas.

“Senin (15/7)  ini rencana untuk dilepasliarkan di Pulau Ontoloe. Pulau khusus yang kami pilih untuk perkembangbiakan komodo,” tambah dia.

Pulau Ontoloe adalah salah satu pulau yang masuk dalam kawasan 17 pulau Riung Kabupaten Ngada yang merupakan kawasan konservasi yang dilindungi oleh UU.
Baca juga: Presiden ingatkan konservasi TN Komodo dalam pembangunannya

Presiden minta kunjungan wisata ke Pulau Komodo dibatasi

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019


Sumber : AntaraNews.com