Home / Berita / Ekspansi Pertamina amankan pasokan kilang

Ekspansi Pertamina amankan pasokan kilang


Jakarta (ANTARA News) – Ekspansi PT Pertamina (Persero) yang makin agresif mencari ladang-ladang minyak di luar negeri bisa dipahami sebagai upaya mengamankan pasokan bagi kebutuhan kilang-kilang perseroan di masa datang, kata seorang pengamat energi.

Selain dua proyek pembangunan kilang baru, yakni kilang Tuban dan Bontang, Pertamina juga menggarap proyek revitalisasi (refinery development master plan/RDMP) empat kilang, Balikpapan, Cilacap, Balongan dan Dumai, kata pengamat ketahanan energi dan staf pengajar geoekonomi Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), Dirgo Purbo di Jakarta, Rabu.

Dirgo Purbo mengatakan setelah tuntasnya proyek-proyek kilang tersebut pada 2023, kebutuhan minyak mentah Pertamina akan meningkat signifikan seiring bertambahnya kapasitas kilang.

Untuk dua kilang baru saja, Pertamina akan memiliki kapasitas produksi 600 ribu barel per hari (bph). Selain itu, ada tambahan 415 ribu barel per hari (bph) untuk kilang-kilang yang telah direvitalisasi.

Salah satu upaya yang dilakukan Pertamina untuk memastikan pasokan minyak mentah untuk kilang adalah ekspansi pengelolaan ladang migas di luar negeri.

Menurut Dirgo, Pertamina harus memiliki tim intelijen petroleum untuk mencari sumber minyak yang dapat memasok minyak mentah minimal delapan tahun dengan kapasitas volume yang konstan.

Arab Saudi dan Iran, lanjut dia, merupakan dua negara yang masih bisa diajak kerja sama untuk mendapatkan alokasi impor minyak guna memenuhi kebutuhan kilang jangka panjang.

“Persoalan yang mendasar yaitu harus dapat jaminan pasokan terlebih dahulu. Jadi nanti mendapatkan minyaknya tidak berdasarkan spot charter basis, tapi jaminan pasokan jangka panjang. Kalau ini sudah ada saya rasa tidak ada lagi resistensi,” tuturnya.

Dirgo menambahkan untuk merealisasikan proyek-proyek kilang, pemerintah bisa memberikan dukungan antara lain dengan memberikan pembebasan pajak penghasilan dalam periode tertentu (tax holiday) dan melakukan “oil diplomacy” di negara-negara yang mempunyai kapasitas ekstra.

“Selain itu, membentuk tim petroleum intelligent agar Pertamina dapat melakukan strategi farm in yang tepat,” ucapnya.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2016


Sumber : AntaraNews.com