Home / Berita / Anggota DPR ingin tingkat kecelakaan periode Natal-Tahun Baru menurun

Anggota DPR ingin tingkat kecelakaan periode Natal-Tahun Baru menurun

Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanto menginginkan tingkat kecelakaan lalu lintas pada periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 lebih menurun dibandingkan dengan tingkat kecelakaan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Tingkat kecelakaan lalu lintas saat Natal-Tahun Baru esok diharapkan semakin menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Novita Wijayanto dalam rilis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Untuk itu, kata dia, diharapkan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan terkait dapat berupaya semaksimal mungkin agar tidak ada terjadi kecelakaan apalagi sampai menimbulkan korban jiwa.

Baca juga: Tol layang Japek II gratis saat libur Natal-Tahun Baru

Politisi Partai Gerindra itu berpendapat bahwa salah satu ruas jalan yang harus menjadi fokus utama adalah Tol Cikopo-Palimanan atau kerap disingkat Tol Cipali. Hal tersebut, lanjutnya, antara lain karena banyak pengguna jalan khususnya masyarakat yang menuju wilayah Banyumas dan Cilacap yang menggunakan jalur Tol Cipali tersebut.

Apalagi, ia mengingatkan bahwa selama beberapa tahun belakangan ini selalu saja banyak terjadi kecelakaan di jalur tol yang melewati rute Cikampek-Cipali itu. Untuk itu, Novita menyarankan agar jalur tol Cipali dapat ditambahkan rambu untuk memperjelas informasi kepada pengguna jalan.

Selain itu, ujar dia, penting pula untuk memperbanyak lampu penerangan jalan serta menyosialisasikan dengan baik nomor hotline baik untuk telepon kepolisian maupun rumah sakit agar masyarakat pengguna jalan tol tidak bingung mencari pertolongan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Tolonglah rambu-rambu dan nomor-nomor hotline yang bisa dihubungi masyarakat itu diperbanyak agar bisa memberikan informasi secara jelas masyarakat dapat memberikan aduan secara jika terjadi sesuatu di jalan,” ucapnya.

Baca juga: Pemudik Natal-Tahun Baru diperkirakan 16 juta jiwa

Sebagaimana diwartakan, Kementerian Perhubungan memproyeksikan jumlah pemudik saat Natal dan Tahun Baru pada 2019 mencapai 16 juta jiwa dengan puncak arus mudik bakal terjadi pada 20-24 Desember 2019.

“Kita prediksikan jumlah pemudik tahun ini menjadi 16 juta orang, transportasi angkutan darat diperkirakan naik empat sampai lima persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Senin (2/12).

Budi Karya Sumadi menambahkan penggunaan transportasi darat diperkirakan mengalami kenaikan seiring bertambahnya ruas jalan tol, sementara transportasi udara mengalami penurunan.

“Transportasi diperkirakan yang paling banyak melalui darat karena jalan tol bertambah, transportasi yang lainnya rata, melalui udara mungkin turun sedikit,” katanya.

Menhub memaparkan jumlah penumpang angkutan bus diperkirakan sebanyak 1,75 juta orang naik 3,55 persen, kereta api diperkirakan mencapai 5,91 juta orang (4,05 persen), angkutan penyeberangan 2,27 juta orang (6,57 persen), angkutan laut 1,19 juta orang (1,71 persen), dan angkutan udara 5,28 juta penumpang, menurun sekitar 8,40 persen.

Ia menambahkan jumlah armada yang tersedia yakni bus sebanyak 50 ribu unit, kapal penyeberangan 228 unit, kereta api 439 unit, kapal laut 1.293 armada, dan pesawat sebanyak 495 unit.

Dalam rangka mengantisipasi kecelakaan lalu lintas, Budi Karya mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait seperti Kepolisian hingga Kementerian PUPR.

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumber : AntaraNews.com